ALL IN OR NOTHING PART 1
" SEPTEMBER TAHUN PERTAMA "
DONI SANG TOKOH
UTAMA
Ini adalah kisah dari seorang pemuda sebut saja Doni, pekerja keras, budak korporat, kadang freelancer juga, intinya palugada (apa lu mau gua ada), hobi bermain game, suka ngobrol dengan teman bahkan orang orang baru yang ia kenal, punya rasa ingin tahu yang besar terhadap hal-hal baru. Pergi kemana mana daerah yang ia suka walaupun dibayarkan oleh kantor. Usia nanggung 30an lebih dikit, tidak bisa dibilang tua karena kalo jadi pak RT terlalu muda, dibilang muda tapi ponakan sudah pada SMA dan sudah ada pula yang bekerja.
Berlatar belakang di sebuah kota berkembang,
teman-teman masa kecil Doni pun sudah pada sibuk dengan prioritas masing
masing, sudah berkeluarga, ternak lele, ternak ayam, buka warung, budak
korporat dan berbagai macam lainnya.
Setiap hari ia lalui bermain game bersama teman teman
dekatnya, bahkan hampir setiap malam. Tapi yang namanya sebuah permainan, ada
saja saat ia merasa jenuh.
"Kenapa ga coba cari teman di luar daerah? cari
di Global aja bang", saut salah satu temannya sebut saja bayu.
"Boleh juga, gaslah !!!" sambung Doni.
Begitulah kurang lebih percakapan mereka saat itu.
Bermain bersama beberapa orang random dengan segala
problematika kelakuaannya, terkadang menyebalkan dan ada juga yang
menyenangkan, intinya cukup main sekali malam itu sampe subuh, trus selesai,
bubar jalan !!!
Malam berganti hari berlalu, silih berganti orang random yang bermain bersama mereka.
"Nah cewek nih bang "celetuk bayu.
"Oh iyakah, masa jago gini? ". Sambut Doni sumringah, karena selama ini mereka hanya bertemu random random yang memang acak acakan mainnya, tapi tidak kali ini, terlebih ini player sepertinya cewek. Doni pun dengan semangatnya kembali merasakan adrenalin perang, seperti tertantang untuk menunjukan kalo dia juga jago bermain, saling lempar candaan terus terjadi diantara mereka, dan begitulah serunya bermain game perang menurut Doni dan temannya saat itu. Sampai tiba waktu berakhir main, Doni dengan inisiatifnya menambahkan player random tersebut menjadi temannya, tanpa diduga ajakan itu diiyakan dan diterimalah permintaaan pertemanan tersebut. Berkenalanlah mereka, terbesit simpul senyum sumringah di bibirnya, sebut saja nama ceweknya Bintang.
" DESEMBER TAHUN PERTAMA
"
AWAL MULA KEHANCURAN
Setiap hari Doni login selalu mencari kapan Bintang
online agar bisa maen bareng, ditungguin, di cariin dan baru main kalo Bintang
sudah online, Faktanya Bintang ini adalah pemain yang jago untuk ukuran cewek,
makanya Doni jadi seperti termanipulasi oleh permainannya.
Pada dasarnya Doni adalah orang yang sebenarnya tidak begitu tertarik dengan hubungan jarak jauh. Namun, Sikap Bintang yang dingin semakin menambah Doni tertarik, semakin penasaran lah ia, ditambah lagi Bintang dengan tiba tiba meminta nomor telponnya dengan asumsi bisa memeberi kabar jika ingin login main setiap malamnya.
" JANUARI TAHUN KEDUA"
Berbulan bulan main bersama, bisa dibilang setiap
hari, segala macam drama telah dilaluinya yang membuat semakin dekatlah mereka,
bahkan sudah seperti pasangan kekasih, bedanya mereka hanya tidak bertemu
langsung layaknya pasangan pada umumnya.
Setiap malam Doni selalu diajari cara bermain yang
benar oleh Bintang, di ajak mengexplore sisi lain dari game yang mana selama
bermain bertahun tahun Doni tidak pernah kepikiran atau bahkan mencoba fitur
fitur tersebut. Sebut saja ada rom husus untuk orang orang mencari teman baru,
bercengkrama, bercanda, dan lain sebagainya. Bertukar pesan setiap hari, turun
naek mood sehari hari Doni jalani, Tapi semua semakin membuat dia penasaran
dengan sosok wanita ini.
" SEPANJANG TAHUN KEDUA"
BINTANG SI RED-FLAG
Sebagai seorang lelaki yang sudah tidak lama merasakan
jatuh cinta, Doni seperti melupakan semua logika yang selama ini dia kedepankan
dalam hidupnya. Apapun yang di minta si cewek ini selalu di turutinya, dari
urusan minta diisiin pulsa, kuota, sampe uang jajan, bahkan urusan makan
dan perintilan perintilan keperluan pribadi si wanitanya. Semua Doni lakukan
dengan sadar tanpa paksaaan, dengan harapan wanita yang di inginkannya ini akan
menjadi apa yang dia inginkannya.
Tapi apa daya harapan tak sesuai kenyataan, Bintang
malah seperti mempermainkan ia layaknya ATM berjalan, bodohnya Doni ia sadar,
bukannya tidak ada perlawanan, Doni terkadang berusaha tidak menuruti apa yang
di minta oleh Bintang Namun lagi lagi, sikap manipulatif dan
manjanya Bintang ini membuat Doni iba dan kasian, ujung-ujung nya Doni
mengikuti lagi apa yang di inginkan oleh Bintang. Sudah di kasi cobaan malah di
cobain, begitulah kira kira.
Sekian lama bermain dan berhubungan, tiba saat Doni sudah
mulai muak dengan semua drama yang ia lalui , tiba tiba terbetiklah omongan
"Yaudah, biayain aku ke sana, nanti aku
berangkat" celetuk Bintang dengan nada menantang.
Karena Doni adalah seorang budak korporat, ia tidak
bisa bebas pergi keluar kota, merasa ini adalah kesempatan yang tidak boleh
dilewatkan dengan lantang ia menjawab
" Oke, kamu berangkat tanggal segini ya,
pesawatnya berangkat jam 16.00, sampe jam 18.00 kira kira " tegas Doni
sambil mencari tiket pesawat online.
" Yaudah pesenin aja” jawab Bintang ketus.
" Oke semingu lagi ya, kamu siap siap aja"
saut Doni sambil kesel campur aduk hatinya saat itu.
Karena sudah kadung penasaran, apapun akan ia lakukan
asal bisa bertemu dengan kekasih hayalannya itu, namun di satu sisi keadaan itu
malah di manfaatkan Bintang untuk kembali mempermainkan Doni.
"Aku gada ongkos buat travel, buat jajan juga,
masa kamu tega sih sama aku. bla bla blaaaa" pinta Bintang dengan
rayuannya.
"Yaudah sabar ya, nanti aku transfer kalo
udah pulang, aku masih kerja " balas Doni dengan perasaan serba salah.
Dan tebak apa yang terjadi, yak betul…. Lagi lagi Doni terperdaya dan luluh lagi.
" JULI TAHUN KEDUA"
KENYATAAN TAK SEINDAH HARAPAN
Namun sikap
Bintang justru sebaliknya, alih-alih menampakkan kesenangan bakal bertemu
dengan kekasihnya yang selama ini hanya bersua online, ia malah bersikap
layaknya orang yang takkan terjadi apa-apa.
Doni sadar, tapi
akalnya saat itu sedang hilang, bahkan dia tetap menyiapkan tempat tinggal yang
layak, menyervice kendaraan, bersih-bersih rumah, potong rambut dan apapun demi
terlihat sempurna dimata Bintang. Walaupun sebenarnya ada keraguan dihatinya
kalau Bintang tidak bakal datang menjumpainya, namun seperti pepatah bilang,
terlanjur basah yaudah nyebur aja sekalian, begitulah yang di lakukan Doni.
Hari H keberangkatan tiba. Sejak pukul 06.00 pagi Doni telah memperingatkan Bintang berkali kali, Spam telpon, Spam chat, namun tak urung ada balasan dari Bintang. Saat itu Doni sudah merasa lagi-lagi di permainkan oleh Bintang, namun masih saja ada harapan sedikit di hatinya.
Diujung harapannya, Doni hari itu tidak bekerja sesuai rencana, ia selalu menanti ada balasan pesan dari kekasihnya itu, ntah sedang di perjalanan, foto selfi yang dapat menghapuskan keraguannya atau bahkan kabar sedang sibuk dengan segala perlengkapannya.
Waktu terus berlalu hingga jam menunjukkan pukul
16.00. Tak ada balasan apapun, Doni patah arang, tak ada lagi harapan,
namun dia berusaha berpikir sepositif mungkin, harapannya Bintang sengaja tidak
berkabar agar menjadi surprise dan tiba-tiba mengabari sudah sampai di kota
tujuan.
Dengan masih sedikit asa, Doni tetap menyiapkan kendaraannya, lalu pergi ke Bandara untuk menjemput kekasihnya, ia berangkat dengan penuh ragu, ia memarkirkan kendarannya lalu pergi kesudut salah satu bandara , matanya tak lepas dari setiap orang yang keluar dari pintu kedatangan pesawat, tapi sampai orang terakhir yang keluar balasan itu tidak pernah ada, sosok itu tak pernah nyata.
Kecewa, hancur, sedih semua di rasakannya hari itu,
apapun yang ada di hadapannya seperti tidak lagi berarti.
"yaudahlah". ucapanya di dalam hati sambil menguatkan dirinya.
Dingggg !!!
Pesan masuk sehari setelah kejadian itu.
Betul sekali, itu dari Bintang dengan sebuah foto
seseorang di bandara beserta sebuah koper
" Maaf ya, aku telat, aku ketinggalan pesawat
" begitu tulisnya.
Doni saat itu sebenarnya sudah tak ingin lagi
membalas, perasaan kecewa masih menyelimutinya, namun dengan berat terpaksa ia
membalas juga
" Yaudah ya, kita udah ga ada apa apa lagi
mulai sekarang, semua sudah selesai, aku ga butuh alasan apapun, terima kasih
" tulisnya saat itu.
Bukannya didatangi dengan permintaan maaf yang tulus, hari itu semakin diperparah dengan diblokirnya nomer telpon, beserta akun game, dan semua sosial medianya oleh Bintang. Buat Doni, berakhirlah hari itu semua tentang Bintang dihidupnya.
TEMAN- TEMAN DONI
Di sisi lain, Doni juga sudah memiliki beberapa teman
online yang sudah cukup dekat dengan dirinya. Tempat berbagi cerita, berbagi
keluh kesah dan apa saja ketika Doni sedang tidak bermain dengan Bintang, sebut
saja mereka Gadis, Dila, Abi, Riki dan beberapa lainnya.
Sebenarnya logika Doni sendiri itu selama ini sudah
memperingatkan hatinya, tak lupa teman temannya ini juga kerap kali memberikan
peringatan, namun rasa penasaran yang terlalu besar itu mengalahkan segalanya .
Beberapa hari setelah kejadian tersebut, Doni mencoba
memberanikan diri untuk bercerita tentang apa yang sudah ia alami, walaupun ia
sadar konsekuensi yang bakal dia dapat adalah kata kata mutiara dari semua
orang.
Tepat seperti apa yang di perkirakannya, Yap segala
macam sumpah serapah itu ia terima dengan tertawa. Tolol, bodoh, paok, goblok
begitulah kira-kira umpatan yang terdengar diantara mereka saat itu. Baiknya,
semua itu tak lebih dianggapnya sebagai bentuk dari kepedulian mereka terhadap
Doni yang sedang terpuruk.
Bukannya sedih, Doni seperti malah menertawakan
dirinya sendiri, karena memang sudah puas. Lepas semua rasa penasarannya, ia
sudah melakukan semua effort yang bisa ia lakukan untuk mewujudkan mimpinya
tersebut, layaknya berjudi " ALL IN OR NOTHING ".
" NOVEMBER TAHUN KEDUA "
KEMBALI KE SETELAN PABRIK
Bulan berlalu Doni kembali menjalani hari harinya dengan normal, kembali bekerja disiang hari, bermain game setiap malam dengan teman temannya tanpa ada lagi kepikiran tentang masalalunya. Namun Doni tetaplah seorang pria, ketika jenuh datang rasa kosong itu kembali mengahampirinya, ada sisi yang hampa dari dirinya sepeninggal Bintang, ada waktu dimana dia butuh sosok untuk ngobrol bersama di luar bermain game.
Doni kembali mencari-cari teman wanita di game, naluri
berburunya kembali, siapa saja yang dia rasa cocok langsung di dekatinya tanpa
ba bi bu.
“ Kalo mau lanjut ya ayok, kalo enggak yaudah, bye”.
Begitulah kira kira gumamnya waktu itu.
Wanita datang silih berganti, tapi standart yang di tinggalkan Bintang itu terlalu tinggi buat Doni, secara skill bermain bintang itu termasuk jago, namun secara komunikasi buruk, bodohnya Doni ia malah tertarik dengan sikap nya yang seperti itu, merasa tertantang polahnya. Secara tidak langsung belum ada satupun wanita yang menyerupai bahkan mendekati standart yang di tingglakan oleh bintang di hatinya.
" DESEMBER TAHUN KEDUA "
MOVE ON HANCUR
Doni sudah kembali menjadi orang yang ceria bersama
teman temannya yang baru, bisa dibilang sudah menjadi karakter yang berbeda
dari sebelumnya, bahkan menurut Dila, Doni adalah sosok DUTA
PENCABULAN, karena tak boleh melihat wanita nganggur di dalam game,
dengan skill speak-speak yang ia miliki beberapa wanita berhasil didekatinya,
walaupun akhirnya juga kembali asing hilang lalu tanpa kabar. Tapi setidaknya,
Doni tidak pernah mendekati pacar atau cem-ceman temannya sendiri. Ibarat
menikam dari belakang itu adalah kelakuan para pecundang.
Seiring waktu teman-temannya pun semakin bertambah,
dari berbagai daerah dari seluruh penjuru negeri. Sisi baiknya, semua itu
bahkan bisa di kordinir dengan baik olehnya antara teman online dan real life,
bahkan terkadang ia bawa untuk bermain Bersama sama.
Tak ada angin tak ada hujan, tiba tiba ada pesan masuk
di hapenya
" Apa kabar ?? " begitu tulisnya.
DUARRRRRRR !!!!
Yak betul, itu dari Bintang. Orang yang selama ini
sudah ia buang jauh jauh dari pikirannya, tapi malah kembali datang dalam
kondisi semua sudah baik baik saja.
Move on yang sudah dilaluinya berbulan bulan hancur
seketika, buyar, kacau balau semua campur aduk. Mau di balas ada gengsi yang
mesti di jaga, tapi tidak di balas ya ini Bintang. Orang yang sudah pernah
meluluhlantahkan hatinya beberapa bulan yang lalu.
Hari-hari dijalani Doni dengan tak biasa lagi, kembali
berkomunikasi dengan orang yang mungkin saat ini sedang di benci-bencinya. Doni
tetap membalas pesan, tapi seadanya saja. “ Jangan sampai kembali jatuh
kelubang yang sama ” gerutu Doni di dalam hatinya selama berhari hari.
Bintang tetaplah Bintang, wanita dengan segala ke
egoannya, manja manjanya, sikap manipulatifnya. Ia selalu bercerita tentang
keluh kesahnya di pekerjaan, problematikanya di keluarga. Doni sebagai lelaki
berusaha jadi pendengar yang baik, mencoba memberikan sedikit solusi agar ia
tetap tenang, jangan sampai melakukan hal yang tidak diinginkan.
Waktu terus berlalu, setiap hari mereka kembali
bertukar pesan, bedanya kali ini Doni tak ada lagi menunngu-nuggu pesan darinya
seperti dahulu kala.
“ Kalo dichat gw bales, kalo ga ada , ga nyariin
juga”. Begitu prinsip Doni saat itu.
Saat setelah bermain setiap subuhnya Doni selalu
meninggalkan pesan ke Bintang agar di chat atau telpon untuk membangunkannya
pergi bekerja di pagi hari, Ya begitulah keseharian mereka selama berhari-hari.
PERJALANAN DINAS
Kringg !!!! Kring !!! Kring !!!!
Terdengar dering telpon yang cukup keras di pagi hari,
memecah sunyi kamar Doni yang masih hening.
Terlihat olehnya telpon tersebut dari teman sejawat
seperjuangan Doni dahulu, sebut saja Kang Arya.
" Yap, gi mana kang ?? gi mana kabarnya "
tanya Doni sambil mecoba mengumpulkan nyawa sekaligus mencairkan susana.
" Itu loh Don gi mana urusan kita sama
perusahaan kemaren itu ya, duitku masih nyangkut lo ". Tanya kang Arya
dengan penuh canda sambil terdengar menghirup rokoknya yang tak seberapa itu.
" Yaudah kang aku mau jual rencanya barang barang
itu, tapi boleh kali kita bahas dulu nih, udah lama ngobrol masa ga meetup,
leader leader nya aja dulu, gi mana ?? udah hampir 2 taun ga ada kabar lagi ini
“. Tanya Doni antusias.
" Nah boleh Don, aku akhir bulan rencana mau ke kota SB, ketemu aja di sana, nanti kang Herman aku ajak juga, kalo deal kita bareng ke JK, atau gi mana lah hasilnya ntar kita diskusikan, barang barangmu di data dulu semuanya ya ? "
“ Oh di SB ya, ok deh kang nanti liat dulu jadwal ku
ya" saut Doni mengiyakan tanpa mikir dan ga enak sama senior nya.
Telpon berlalu hampir sejam lamanya, membahas apa saja
yang pernah mereka lalui, keluh kesah dan cerita kebodohan satu sama lain.
“ Kang, aku pamit ya, mau gawe dulu nih, ntar kita
lanjut lagi deh, by chat aja, maksih kang “. Tutup Doni yang sudah ngantuk
sekali, sembari melanjutkan tidurnya pagi itu.
" AKHIR DESEMBER TAHUN KE DUA"
KEPUTUSAN SULIT
Akhir bulan tiba, rencana awal yang hanya sepintas itu
malah semakin jadi serius, Kang arya selalu menanyakan jadi atau tidaknya Doni
pergi ke kota SB, di satu sisi Doni bimbang sebenarnya, karena dia belum pernah
meninggalkan pekerjaaan dengan pergi sejauh itu, takutnya ada pekerjaan
mendadak. Tapi hati kecilnya juga lelah, ingin sekali jalan jalan keluar kota,
menghilangakan sedikit penat pekerjaan di kota asalnya, tanpa pikir panjang
Doni lalu mengiyakan permintaan kang Arya.
tapi TOLOL !!!
Alih alih mengurus pekerjaan dan jalan-jalan Doni
malah berinisiatif menghubugi Bintang, ngasi kabar kalo dia bakal ke kota SB
akhir bulan nanti.
" Yaudah kalo kamu berani ke sini aja, jangan
ngomong doang ". jawab Bintang ketus.
Mendegar jawaban seperti itu, bukannya kendor Doni
malah merasa tertantang kembali. Tanpa pikir panjang lagi ia mencoba
menghubungi salah satu teman maen gamenya yang kebetulan berdomisisli di kota
SB, sebut saja Abi. Sekitar pukul 2.00 pagi Doni mecoba bertanya,
"Bi, rumah lu jauh dari Bandara??".
Dengan sedikit kaget " deket koq, 15 menit lah ,
mau ke SB kah ?? tanya Abi penasaran.
“ Mau ngapain?" tambahnya lagi .
" Yaudah liat nanti ya, kalo jadi nanti gw kabari
lagi ". Pungkas Doni sambil mencari tiket online keberangkatan pagi.
Percakapan terjadi begitu saja antara keduanya, canda
canda mereka selalu terjadi setiap malamnya, tapi tidak untuk hari itu, Abi
seperti orang bingung, antara percaya dan tidak .
Ada apa sebenarnya ??
Kenapa ??

Komentar
Posting Komentar